Gaya Belajar Berdasarkan Indera Manusia

Menurut Fleming (2001) menyebutkan bahwa ada empat gaya belajar berdasarkan indera manusia diantaranya :

Definisi Lingkungan

Lingkungan secara bahasa atau harfiah berarti sekeliling atau sekitar, sehingga suatu lingkungan selalu menggambarkan keadaan yang kompleks karena adanya berbagai faktor.

Ciri-Ciri Sumber Belajar

umber belajar adalah suatu daya, kekuatan yang dapat memberi sesuatu yang orang perlakukan dalam rangka proses belajar mengajar.

Pengertian Deskripsi Dalam Pembelajaran

Dalam pembelajaran disekolah biasanya ada materi tentang deskripsi dalam suatu bacaan. Siswa biasanya disuruh untuk memahami bentuk bacaan sehingga dia akan tahu jenis bacaan apa yang dia baca

7 Tips Menjadi Guru Kreatif Dalam Pembelajaran

ntuk menjadi guru kreatif harus diperlukan usaha dan kesungguhan, berikut ada 7 tips menjadi guru kreatif dalam pembelajaran :

Rabu, 25 Januari 2017

Macam-Macam Kegiatan Belajar Manusia

Menurut Gagne, kegiatan belajar manusia dapat dibedakan atas 8 jenis, dari jenis belajar yang paling sederhana, yaitu belajar isyarat (signal learning) sampai jenis belajar yang paling komplek, yaitu pemecahan masalah (problem solving). berikut ini adalah macam-macam kegiatan belajar manusia sebagai berikut :
  1. Belajar isyarat (signal learning), adalah kegiatan yang terjadi secara tidak disadari, sebagai akibat dari adanya stimulus tertentu, sebagai contoh : jika seorang siswa mendapatkan komentar bernada positif dari guru matematika, secara tidak disadari siswa itu akan cenderung menyukai pelajaran matematika dan sebaliknya.
  2. Belajar stimulus-respons (stimulus-response learning), adalah kegiatan belajar yang terjadi secara disadari, yang berupa kegiatan fisik sebagai suatu reaksi atas adanya stimulus tertentu. Kegiatan fisik yang dilakukan tersebut adalah kegiatan fisik yang dimasa lalu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi orang yang bersangkutan. Sebagai contoh : pada waktu para siswa diberi suatu tugas dari guru yang hasilnya harus dikumpulkan, seorang siswa mungkin secara sadar berusaha untuk menuliskan hasil pelaksanaan tugas itu dengan rapi, sebab menurut pengalaman yang ia miliki di masa lalu suatu pekerjaan yang ditulis dengan rapi cenderung mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak ditulis dengan rapi, sekalipun isi kedua pekerjaan itu sama.
  3. Belajar rangkaian gerakan (chaining), merupakan kegiatan yang terdiri atas dua gerakan fisik atau lebih yang dirangkai menjadi satu secara berurutan, dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh : kegiatan melukis garis bagi pada suatu sudut merupakan suatu kegiatan yang terdiri atas beberapa gerakan fisik yang dilakukan secara berurutan, sejak dari pembuatan suatu busur lingkaran yang berpusat dititik tersebut sampai pembuatan garis bagi yang dimaksud.
  4. Belajar rangkaian verbal (verbal association), merupakan kegiatan merangkai kata atau kalimat-kalimat secara bermakna, termasuk menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dengan objek-objek tertentu. Misalnya kegiatan mendeskripsikan sifat-sifat bangun geometri, dsb.
  5. Belajar membedakan (discrimination learning), merupakan kegiatan mengamati perbedaan antara suatu objek yang satu dengan suatu objek yang lain. Contohnya membedakan bilangan bulat dengan bilangan cacah, membedakan antara konstanta dan variabel, dsb
  6. Belajar konsep (concept learning), adalah kegiatan mengenali sifat yang terdapat pada berbagai objek atau peristiwa, dan kemudian memperlakukan objek-objek atau peristiwa itu sebagai suatu kelas, disebabkan oleh adanya sifat yang sama tersebut.
  7. Belajar aturan (rule learning), adalah kegiatan memahami pernyataan-pernyataan dan sekaligus menggunakannya pada situasi-situasi yang sesuai.
  8. Belajar pemecahan masalah (problem solving), merupakan kegiatan belajar yang paling kompleks. Suatu soal dikatakan merupakan masalah bagi seseorang apabila orang itu memahami soal tersebut, dalam arti mengetahui apa yang diketahui dan apa yang diminta dalam soal itu, dan belum mendapatkan suatu cara untuk memecahkan soal itu. Untuk dapat memecahkan suatu masalah seseorang memerlukan pengetahuan-pengetahuan dan kemampuan yang ada kaitannya dengan masalah tersebut, pengetahuan dan kemampuan tersebut harus diramu dan diolah secara kreatif dalam rangka memecahkan masalah yang bersangkutan. maka kurang tepat apabila pembelajaran problem solving diterapkan pada siswa yang memang belum mempunyai pengetahuan atau kemampuan terhadap masalah tersebut.

Kamis, 17 November 2016

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Model pembelajaran cooperative integrated reading anf composition dikembangkang oleh Steven & Slavin pada tahun 1995. Model pembelajaran ini sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk membaca, menemukan hal penting, serta berlatih untuk menemukan ide pokok dalam sebuah bacaan.
Berikut ini langkah-langkah model pembelajaran cooperative integrated reading anf composition :
  1. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang anggota yang secara heterogen
  2. Guru memberikan wacana atau kliping sesuai dengan topik atau tema pembelajaran
  3. Peserta didik bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacara atau kliping dan ditulis pada lembar kertas
  4. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok 
  5. Guru memberikan kesimpulan
  6. Penutup
Secara garis besar langkah-langkahnya seperti tersebut diatas. para pendidik dapat menyesuaikan proses atau langkah-langkahnya sesuai dengan kebutuhan point-point yang termuat atau harus ada pada kandungan rencana proses pembelajaran. 
Demikian semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Rabu, 18 Mei 2016

Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Creative Problem Solving

Langkah-Langkah Metode Pembelajaran Creative Problem Solving

Metode Pembelajaran Model Creatif Problem Solving yang akan penulis utarakan kali ini berkaitan dengan pembelajaran matematika, silahkan untuk disimak bagi teman-teman pembaca.

Model "Creative Problem Solving" (CPS) adalah suatu model pembelajaran yang melakukan pemusatan pada pengajaran dan keterampilan pemecahan masalah, yang diikuti dengan penguatan keterampilan. Ketika dihadapkan dengan suatu pertanyaan, siswa dapat melakukan keterampilan memecahkan masalah untuk memilih dan mengembangkan tanggapannya. Tidak hanya dengan cara menghafal tanpa dipikir, keterampilan memecahkan masalah memperluar proses berfikir (Pepkin, 2004:1)

Suatu soal yang dianggap sebagai "masalah" adalah soal yang memerlukan keaslian berpikir tanpa adanya contoh penyelesaian sebelumnya. Masalah berbeda dengan soal latihan. Pada soal latihan, siswa telah mengetahui cara menyelesaikannya, karena telah jelas antara hubungan yang diketahui dengan yang ditanyakan, dan biasanya telah ada contoh soal.

Pada masalah siswa tidak tahu bagaimana cara menyelesaikannya tetapi tertarik dan tertantang untuk menyelesaikannya. Siswa menggunakan segenap pemikiran, memilih strategi pemecahannya, dan memproses hingga menemukan penyelesaian dari suatu masalah (Suyitno, 2000:34)

Sebagai gambaran terkadang seorang siswa mengerjakan soal matematika, ada anak yang menemukan hasil yang sudah ditentukan dengan rumus yang diberikan oleh guru, dan jawaban yang siswa tersebut peroleh benar dengan menggunakan rumus. Akan tetapi ada siswa dengan soal yang sama dengan langkah rumus atau perhitungan yang berbeda siswa tersebut berhasil menemukan jawaban atas soal yang diberikan. 

Adapun Proses dari model pembelajaran Creative Problem Solving langkah-langkahnya sebagai berikut :
a. Klasifikasi Masalah
Klasifikasi masalah meliputi pemberian penjelasan kepada siswa tentang masaah yang diajukan, agar siswa dapat memahami tentang penyelesaian seperti apa yang diharapkan.
b. Pengungkapan Pendapat
Pada tahap ini siswa dibebaskan untuk mengungkapkan pendapat tentang berbagai macam strategi penyelesaian masalah.
c. Evaluasi dan Pemilihan
Pada tahap evaluasi dan pemilihan ini, setiap kelompok mendiskusikan pendapat-pendapat atau strategi-strategi mana yang cocok untuk menyelesaikan masalah
d. Implementasi
Pada tahap ini siswa menentukan strategi mana yang dapat diambil untuk menyelesaikan masalah, kemudian menerapkannya, sampai menemukan penyelesaian dari masalah tersebut. (Pepkin, 2004:2)

Dengan membiasakan siswa menggunakan langkah-langkah yang kreatif dalam memecahkan masalah, diharapkan dapat membantu siswa untuk mengatasi kesulitan dalam mempelajari matematika. Karena biasanya siswa akan takut dan pusing jika dihadapkan dengan rumus yang begitu rumit, dan harus menggunakan rumus yang diberikan oleh guru. sebelum menggunakan metode ini terlebih dulu siswa diberi pemahaman tentang rumus dasar dalam suatu perhitungan matematika. 

terima kasih, semoga bermanfaat bagi para pendidik semua, wassalam.