Gaya Belajar Berdasarkan Indera Manusia

Menurut Fleming (2001) menyebutkan bahwa ada empat gaya belajar berdasarkan indera manusia diantaranya :

Definisi Lingkungan

Lingkungan secara bahasa atau harfiah berarti sekeliling atau sekitar, sehingga suatu lingkungan selalu menggambarkan keadaan yang kompleks karena adanya berbagai faktor.

Ciri-Ciri Sumber Belajar

umber belajar adalah suatu daya, kekuatan yang dapat memberi sesuatu yang orang perlakukan dalam rangka proses belajar mengajar.

Pengertian Deskripsi Dalam Pembelajaran

Dalam pembelajaran disekolah biasanya ada materi tentang deskripsi dalam suatu bacaan. Siswa biasanya disuruh untuk memahami bentuk bacaan sehingga dia akan tahu jenis bacaan apa yang dia baca

7 Tips Menjadi Guru Kreatif Dalam Pembelajaran

ntuk menjadi guru kreatif harus diperlukan usaha dan kesungguhan, berikut ada 7 tips menjadi guru kreatif dalam pembelajaran :

Rabu, 23 Agustus 2017

Pandangan Tentang Full Days School

Pandangan Tentang Full Days School

Full days school yang sedang ramai diperbincangkan menjadi sebuah hal penting yang harus dipikirkan bersama. 

Full day school, berasal dari bahasa Inggris, berarti sekolah sepanjang waktu namun pengertian Full day school menurut istilah adalah sebuah sekolah yang memberlakukan jam belajar sehari penuh antara jam 07.00-15.30/ 16.00.

Full day school, adalah program sekolah di mana proses pembelajaran dilaksanakan sehari penuh di sekolah. Dengan kebijakan seperti ini maka waktu dan kesibukan anak-anak lebih banyak dihabiskan di lingkungan sekolah dari pada di rumah. Anak-anak dapat berada di rumah lagi setelah menjelang sore.

Pemerintah indonesia dalam hal ini kementerian pendidikan dan kebudayaan membuat kebijakan tentang full days school yaitu permen nomor 23 tahun 2017. kebijakan tersebut menuai pro dan kontra baik dikalangan akademisi, guru, tokoh masyarakat, dan para orang tua.

Ada 3 alasan mendasar yang muncul dalam full days school, pertama: pendidikan karakter, kedua: kenakalan siswa, ketiga : jam mengajar guru. Full days school dan K13 ini timbul salah satunya karena asumsi bahwa kenakalan remaja, kegagalan pendidikan, dsb adalah kesalahan pemerintah dan pendidikan, padahal dalam dunia pendidikan di kenal dengan tri pusat pendidikan yaitu keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan, jadi jika permasalahan yang ada di dunia pendidikan seluruhnya kesalahan pemerintah dan lembaga pendidikan itu tidak mutlak, pemerintah harus berupaya bagaimana dapat menggandeng pemahaman bersama tentang pendidikan karakter antara orang tua siswa, lembaga masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi, dan lembaga pendidikan. Dengan kebijakan full days school tentunya akan semakin menambah hubungan jauh antara masyarakat, lembaga keagamaan, organisasi, dsb.

Ketika pokok permasalahannya pendidikan karakter, indikator yang akan kita bangun yang mana, apakah bela negaranya, apakah spiritualnya, apakah tingkah lakunya, dan sebagainya. karena yang muncul di lapangan tidak jelas arah pendidikan karakter pada full days school. Indikator sangat penting untuk memunculkan bentuk pembinaan seperti apa yang akan diberikan, bagaimana pelaksanaannya, kapan waktunya.

Sebetulnya pemerintah sudah bagus memasukkan hidden curriculum dalam pendidikan contohnya sebelum pembelajaran siswa berbaris didepan kelas, berdo'a, menyanyikan lagu indonesia raya dan lagu daerah atau nasional, setelah pembelajaran selesai bagi umat islam melaksanakan shalat dzuhur berjamaah, meskipun kelihatan remeh akan tetapi nilai karakternya besar jika pemerintah memberikan penguatan terhadap pendidik, pendidik memberikan penguatan kepada siswa. hal tersebut lebih efektif, mudah dilaksanakan akan tetapi nilai pendidikan karakternya tinggi.  

Jika masih belum maksimal, pemanfaatan kegiatan kesiswaan seperti pramuka, rohis, PMR, Paskibra, OSIS sangat menunjang pendidikan karakter jika dapat diberdayakan dengan baik dan mendapatkan perhatian serius, contohnya pramuka, sangat efektif membangun karakter siswa akan tetapi belum semua sekolah, dan semua jenjang melaksanakan kegiatan pramuka rutin, dan kegiatan yang maksimal.

Alangkah baiknya jika full days school tidak muncul, akan tetapi digantikan di hari sabtu untuk full pendidikan karakter, free pembelajaran. 

Kebijakan full days school tentunya akan merambah kepada permasalahan lain seperti:
1. masalah sarana prasana
2. administrasi
3. biaya
4. tenaga
5. lingkungan masyarakat
6. psikologis anak
7. dll
Yang perlu dipahami bersama yang kita perlu contoh dari negara-negara maju adalah sains dan teknologinya, bukan sistem pendidikanya, karena bangsa indonesia berbeda dengan bangsa lain dari segi keberagaman agama, budaya, sosial, ekonomi, dan lainnya.

Bahaya yang paling besar dari full days school adalah hilangnya ilmu agama, khususnya agama islam karena mayoritas masyarakat Indonesia adalah umat islam, Al Qur'an nantinya hanya sebagai pajangan, karena anak anak bangsa tidak bisa membaca Al Qur'an, kebodohan ilmu agama padahal pondasi utama adalah ilmu agama. sadar atau tidak disadari anak-anak bangsa yang pandai ilmu agama, prilakunya baik, mereka punya dasar ngaji di lingkungan masyarakatnya, ada yang ngaji siang hari, sore hari, malam hari,

jika muncul pernyataan kalau tidak full days school justru anak anak akan banyak bermain, pergi kemana-mana, maka salah dong?? bukan pendidikan yang harus jadi kambing hitam, tapi kita semua, orang tua, masyarakat, pemerintah, salah!! karena kita memberi contoh saling bertengkar, korupsi, memakai dan menjual narkoba dll. orang tua membiarkan anaknya berkeliaran dibandingkan memerintahkan untuk ngaji, orang tua takut pada anak, masyarakat acuh dengan pendidikan agama dan perilaku anak bangsa.

Tidak ada kontrol yang serius dari kita terhadap berita-berita ditelevisi, media sosial, yang memberikan contoh tawuran, berbuat tidak senonoh, memakai narkoba, semuanya dipertontonkan secara terus menerus padahal masa anak dan remaja mereka sedang masanya meniru apa yang di lihat, apa yang didengar.

Untuk itu marilah kita instropeksi bersama, kita bangun bersama anak-anak bangsa yang akan meneruskan perjuangan bangsa Indonesia. Tidak saling menyalahkan, siapa yang paling bersalah, siapa yang bertanggung jawab, tapi tanggung jawab kita semua.

saya mohon maaf apabila banyak tutur kata yang salah disini. saya hanya membaca alam, membaca keadaan. saya harap ada solusi terbaik yang bisa menjadi penengah tentang pro dan kontra full days school, tidak berfikir pendapat siapa yang paling baik, tapi pemikiran bersama dan kerjasama itu akan membawa kepada kesuksesan pendidikan kita. amin.

Rabu, 25 Januari 2017

Macam-Macam Kegiatan Belajar Manusia

Menurut Gagne, kegiatan belajar manusia dapat dibedakan atas 8 jenis, dari jenis belajar yang paling sederhana, yaitu belajar isyarat (signal learning) sampai jenis belajar yang paling komplek, yaitu pemecahan masalah (problem solving). berikut ini adalah macam-macam kegiatan belajar manusia sebagai berikut :
  1. Belajar isyarat (signal learning), adalah kegiatan yang terjadi secara tidak disadari, sebagai akibat dari adanya stimulus tertentu, sebagai contoh : jika seorang siswa mendapatkan komentar bernada positif dari guru matematika, secara tidak disadari siswa itu akan cenderung menyukai pelajaran matematika dan sebaliknya.
  2. Belajar stimulus-respons (stimulus-response learning), adalah kegiatan belajar yang terjadi secara disadari, yang berupa kegiatan fisik sebagai suatu reaksi atas adanya stimulus tertentu. Kegiatan fisik yang dilakukan tersebut adalah kegiatan fisik yang dimasa lalu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi orang yang bersangkutan. Sebagai contoh : pada waktu para siswa diberi suatu tugas dari guru yang hasilnya harus dikumpulkan, seorang siswa mungkin secara sadar berusaha untuk menuliskan hasil pelaksanaan tugas itu dengan rapi, sebab menurut pengalaman yang ia miliki di masa lalu suatu pekerjaan yang ditulis dengan rapi cenderung mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak ditulis dengan rapi, sekalipun isi kedua pekerjaan itu sama.
  3. Belajar rangkaian gerakan (chaining), merupakan kegiatan yang terdiri atas dua gerakan fisik atau lebih yang dirangkai menjadi satu secara berurutan, dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh : kegiatan melukis garis bagi pada suatu sudut merupakan suatu kegiatan yang terdiri atas beberapa gerakan fisik yang dilakukan secara berurutan, sejak dari pembuatan suatu busur lingkaran yang berpusat dititik tersebut sampai pembuatan garis bagi yang dimaksud.
  4. Belajar rangkaian verbal (verbal association), merupakan kegiatan merangkai kata atau kalimat-kalimat secara bermakna, termasuk menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dengan objek-objek tertentu. Misalnya kegiatan mendeskripsikan sifat-sifat bangun geometri, dsb.
  5. Belajar membedakan (discrimination learning), merupakan kegiatan mengamati perbedaan antara suatu objek yang satu dengan suatu objek yang lain. Contohnya membedakan bilangan bulat dengan bilangan cacah, membedakan antara konstanta dan variabel, dsb
  6. Belajar konsep (concept learning), adalah kegiatan mengenali sifat yang terdapat pada berbagai objek atau peristiwa, dan kemudian memperlakukan objek-objek atau peristiwa itu sebagai suatu kelas, disebabkan oleh adanya sifat yang sama tersebut.
  7. Belajar aturan (rule learning), adalah kegiatan memahami pernyataan-pernyataan dan sekaligus menggunakannya pada situasi-situasi yang sesuai.
  8. Belajar pemecahan masalah (problem solving), merupakan kegiatan belajar yang paling kompleks. Suatu soal dikatakan merupakan masalah bagi seseorang apabila orang itu memahami soal tersebut, dalam arti mengetahui apa yang diketahui dan apa yang diminta dalam soal itu, dan belum mendapatkan suatu cara untuk memecahkan soal itu. Untuk dapat memecahkan suatu masalah seseorang memerlukan pengetahuan-pengetahuan dan kemampuan yang ada kaitannya dengan masalah tersebut, pengetahuan dan kemampuan tersebut harus diramu dan diolah secara kreatif dalam rangka memecahkan masalah yang bersangkutan. maka kurang tepat apabila pembelajaran problem solving diterapkan pada siswa yang memang belum mempunyai pengetahuan atau kemampuan terhadap masalah tersebut.

Kamis, 17 November 2016

Langkah-Langkah Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Langkah-Langkah Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)
Model pembelajaran cooperative integrated reading anf composition dikembangkang oleh Steven & Slavin pada tahun 1995. Model pembelajaran ini sangat bagus untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk membaca, menemukan hal penting, serta berlatih untuk menemukan ide pokok dalam sebuah bacaan.
Berikut ini langkah-langkah model pembelajaran cooperative integrated reading anf composition :
  1. Peserta didik membentuk kelompok yang terdiri dari 4 orang anggota yang secara heterogen
  2. Guru memberikan wacana atau kliping sesuai dengan topik atau tema pembelajaran
  3. Peserta didik bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacara atau kliping dan ditulis pada lembar kertas
  4. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi kelompok 
  5. Guru memberikan kesimpulan
  6. Penutup
Secara garis besar langkah-langkahnya seperti tersebut diatas. para pendidik dapat menyesuaikan proses atau langkah-langkahnya sesuai dengan kebutuhan point-point yang termuat atau harus ada pada kandungan rencana proses pembelajaran. 
Demikian semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.