Rabu, 25 Januari 2017

Macam-Macam Kegiatan Belajar Manusia

Menurut Gagne, kegiatan belajar manusia dapat dibedakan atas 8 jenis, dari jenis belajar yang paling sederhana, yaitu belajar isyarat (signal learning) sampai jenis belajar yang paling komplek, yaitu pemecahan masalah (problem solving). berikut ini adalah macam-macam kegiatan belajar manusia sebagai berikut :
  1. Belajar isyarat (signal learning), adalah kegiatan yang terjadi secara tidak disadari, sebagai akibat dari adanya stimulus tertentu, sebagai contoh : jika seorang siswa mendapatkan komentar bernada positif dari guru matematika, secara tidak disadari siswa itu akan cenderung menyukai pelajaran matematika dan sebaliknya.
  2. Belajar stimulus-respons (stimulus-response learning), adalah kegiatan belajar yang terjadi secara disadari, yang berupa kegiatan fisik sebagai suatu reaksi atas adanya stimulus tertentu. Kegiatan fisik yang dilakukan tersebut adalah kegiatan fisik yang dimasa lalu memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi orang yang bersangkutan. Sebagai contoh : pada waktu para siswa diberi suatu tugas dari guru yang hasilnya harus dikumpulkan, seorang siswa mungkin secara sadar berusaha untuk menuliskan hasil pelaksanaan tugas itu dengan rapi, sebab menurut pengalaman yang ia miliki di masa lalu suatu pekerjaan yang ditulis dengan rapi cenderung mendapatkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerjaan yang tidak ditulis dengan rapi, sekalipun isi kedua pekerjaan itu sama.
  3. Belajar rangkaian gerakan (chaining), merupakan kegiatan yang terdiri atas dua gerakan fisik atau lebih yang dirangkai menjadi satu secara berurutan, dalam upaya untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Sebagai contoh : kegiatan melukis garis bagi pada suatu sudut merupakan suatu kegiatan yang terdiri atas beberapa gerakan fisik yang dilakukan secara berurutan, sejak dari pembuatan suatu busur lingkaran yang berpusat dititik tersebut sampai pembuatan garis bagi yang dimaksud.
  4. Belajar rangkaian verbal (verbal association), merupakan kegiatan merangkai kata atau kalimat-kalimat secara bermakna, termasuk menghubungkan kata-kata atau kalimat-kalimat dengan objek-objek tertentu. Misalnya kegiatan mendeskripsikan sifat-sifat bangun geometri, dsb.
  5. Belajar membedakan (discrimination learning), merupakan kegiatan mengamati perbedaan antara suatu objek yang satu dengan suatu objek yang lain. Contohnya membedakan bilangan bulat dengan bilangan cacah, membedakan antara konstanta dan variabel, dsb
  6. Belajar konsep (concept learning), adalah kegiatan mengenali sifat yang terdapat pada berbagai objek atau peristiwa, dan kemudian memperlakukan objek-objek atau peristiwa itu sebagai suatu kelas, disebabkan oleh adanya sifat yang sama tersebut.
  7. Belajar aturan (rule learning), adalah kegiatan memahami pernyataan-pernyataan dan sekaligus menggunakannya pada situasi-situasi yang sesuai.
  8. Belajar pemecahan masalah (problem solving), merupakan kegiatan belajar yang paling kompleks. Suatu soal dikatakan merupakan masalah bagi seseorang apabila orang itu memahami soal tersebut, dalam arti mengetahui apa yang diketahui dan apa yang diminta dalam soal itu, dan belum mendapatkan suatu cara untuk memecahkan soal itu. Untuk dapat memecahkan suatu masalah seseorang memerlukan pengetahuan-pengetahuan dan kemampuan yang ada kaitannya dengan masalah tersebut, pengetahuan dan kemampuan tersebut harus diramu dan diolah secara kreatif dalam rangka memecahkan masalah yang bersangkutan. maka kurang tepat apabila pembelajaran problem solving diterapkan pada siswa yang memang belum mempunyai pengetahuan atau kemampuan terhadap masalah tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar