Jumat, 28 Maret 2014

Pengertian Anak Tuna Grahita Dalam Pendidikan

Pengertian Anak Tuna Grahita Dalam Pendidikan. Anak tuna grahita adalah kondisi anak yang kecerdasannya jauh dibawah rata-rata yang ditandai oleh keterbatasan intelegensi dan ketidakcakapan dalam interaksi sosial. Anak tuna grahita atau dikenal juga dengan istilah terbelakang mental (retardasi mental) karena keterbatasan kecerdasannya sukar untuk mengikuti program pendidikan di sekolah biasa secara klasikal.

Pengertian lain menyebutkan bahwa  tuna grahita ialah istilah yang digunakan untuk menyebut anak yang mempunyai kemampuan intelektual dibawah rata-rata. Istilah lain untuk anak tuna grahita dengan sebutan anak dengan hendaya perkembangan. Diambil dari kata Children with developmental impairment. Kata impairment diartikan sebagai hendaya atau penurunan kemampuan atau kurangnya kemampuan dalam segi kekuatan, nilai, kualitas, dan kuantitas.

Penyandang tuna grahita adalah seorang yang mempunyai kelainan mental, atau tingkah laku akibat kecerdasan yang terganggu, adakalanya cacat mental dibarengi dengan cacat fisik sehingga disebut cacat ganda. Misalnya cacat intelegensi yang mereka alami disertai dengan keterbelakangan penglihatan ada juga yang disertai dengan cacat pendengaran.

Ciri-Ciri Anak Tuna Grahita :
  1. Kecerdasan sangat terbatas
  2. Ketidakmampuan sosial yaitu tidak mampu mengurus diri sendiri, sehingga selalu memerlukan bantuan orang lain
  3. Keterbatasan minat
  4. Daya ingat lemah
  5. Emosi sangat labil
  6. Apatis, acuh tak acuh terhadap sekitarnya
  7. Kelainan badaniah khusus jenis mongoloid badan bungkuk, tampak tidak sehat, muka datar, telinga kecil, badan terlalu kecil, kepala terlalu besar, mulut melongo, mata sipit.
  8. Anak kembar sedunia (down syndrom)
Klasifikasi Jenis Kecacatan :
  1. Debil, yaitu retardasi mental ringan. Penyandang cacat yang termasuk dalam kelompok ini dapat dilatih dan dididik
  2. Embisil, yaitu retardasi mental sedang. Penyandang cacat yang termasuk dalam kelompok ini mampu latih
  3. Idiot, yaitu retardasi mental berat. Penyandang cacat yang termasuk kelompok ini tidak dapat dilatih atau dididik karena tingkat kecerdasan sangat rendah, sehingga hanya mampu dirawat.

0 komentar:

Poskan Komentar